Wednesday, January 30, 2019

Formula Mengatasi Malas Membaca


SINOPSIS

Formula Mengatasi Malas Membaca
Sebuah kata bijak mengatakan bahwa apa yang kita percayai itulah yang akan terjadi pada diri kita. Jika kita percaya kalau membaca buku itu tidak menyenangkan maka kita tidak akan suka membaca, begitu pula sebaliknya. Tidak peduli seberapa sadar kita akan manfaat dari membaca, ketika kita tidak suka membaca penyakit malas terus datang tanpa diminta.

Generasi saat ini adalah generasi yang tumbuh dalam perkembangan arus globalisasi,dimana segala kemajuan informasi dan teknologi sangat mudah diakses. Tidak dipungkiri hal itu mempengaruhi minat baca anak. Malas adalah penyakit yang sangat mematikan dan sangat sulit untuk ditemukan penawar yang mujarab. Bila kejadian sudah seperti ini bukankah kita ingin mendapatkan solusi untuk mengatasi rasa tidak suka membaca ditambah penyakit malas yang begitu besar bukan?

Bagiamana cara menumbuhkan minat baca pada anak dan menghilangkan penyakit malas membaca? Jawabannya ada pada buku ini. Buku ini sangat layak dibaca karena berisi tentang formula dan tips-tips dalam menumbuhkan minat baca. Selamat membaca, semoga menginspirasi.



OUTLINE
Formula Mengatasi Malas Membaca
A.   Factor Rendahnya Minat Baca
a.    Kebiasaan anak
b.    Lingkungan sekolah
c.    Lingkungan bermain
B.   Tips dan Trik
a.    Tips jitu dan menarik
b.    Metode tepat, hasil memikat

Friday, July 15, 2016

Monday, June 13, 2016



ketika kita hanya mampu diam tanpa kata
apakah kita hanya dianggap sebagai boneka?
adakah hatimu bisa merasa?
bahwa,  tanpa kata itu menyimpan makna
apakah kamu belum peka ?
bahwa diam itu
melukiskan seribu bahasa
 #kutanya___darihatiku____untukmu___

Friday, May 27, 2016

10 IDE NON FIKSI




10 IDE NON FIKSI

Ide atau biasa disebut gagasan adalah salah satu langkah dalam menentukan tema sebuah tulisan. Dengan adanya ide tentunya akan lebih terarah alur apa yang akan kita tulis, terlebih untuk tulisan jenis nonfiksi, menentukan  ide sangat berpengaruh. Berikut ini adalah 10 ide yang bisa dijadikan tulisan nonfiksi :

1.     Wanita Cantik Itu Pinter Masak
2.     Susahnya Menjadi Wanita Jawa
3.     Calon Imam Idaman
4.     Mengapa Ibu?
5.     Aku Bukan Janda
6.     Sugesti Sebelum Tidur ( Cara Ampuh  Mendidik Anak-anak)
7.     Tips  Menarik Perhatian didalam Kelas
8.     Belajar atau Bermain ( methode guru  dalam mengajar )
9.     Jika Aku Menjadi
10.  Fakta Seorang Embah

Jika ide sudah ditemukan , maka alur sebuah tulisan  akan mengalir bagai aliran sungai dari hulu menuju muara.  


SEMANGAT MENULIS

Thursday, May 26, 2016

Cerbung "SERPIHAN KISAH"



SERPIHAN KISAH
OLEH : Titin. S

Awal bulan April 2009 adalah salah satu hari bersejarah dalam hidupku. Karena pada saat itu adalah hari pertamaku  menjadi  CPNS guru disalah satu sekolah dasar negeri di kota Depok.  Deg – deg an saat pertama kali kulangkahkan kakiku menuju kantor gutu. Dengan hati berdebar dan sedikit gugup kuberi salam kepada para guru yang sudah ada didalam kantor.  
   Assalammualaikum, bapak  saya mau bertemu dengan bapak kepala sekolah apakah beliau ada?, tanyaku sopan kepada salah seoranng guru  yang sudah terlihat senior. Oh,, iya ada silahkan masuk bu, jawab beliau dengan halus, silahkan duduk bu , tunggu sebentar ya!. Lanjutnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan kuturuti perintahnya untuk duduk menunggu.  Masih dengan hati berdebar kupandangi ruang kantor itu. Disudut sebelah kanan ada seorang ibu guru yang tampak sedang sibuk dengan buku-bukunya. Kuperhatikan bapak yang tadi mempersilahkanku, beliau berperawakan tinggi kurus dengan rambut keriting dan kulit sedikit gelap. Dari cara berbicaranya sepertinya beliau dari pulau seberang, entah Ambon ataupun Papua, karena memang aku sedikit kesulitan untuk membedakannya. Kualihkan pandangan ke lemari kayu, kuihat diatas lemari itu ada beberapa piala yang tampak sudah rusak.  Bu, silahkan masuk!, suara sang bapak mengagetkanku. Oh, baik bapak, terimakasih, kujawab sambil berjalan menuju ruang kantor kepala sekolah. Sesosok laki-laki tampak sibuk dengan buku-buku tebalnya.  Lelaki itu menoleh sekilas sambil mempersilahkan aku duduk didepannya.  Iya bu, ada yang bisa saya bantu, sapanya dengan wajah datar karena memang tampaknya beliau sedang sibuk.  Bapak perkenalkan nama saya titin, saya kesini untuk melapor bahwa saya mendapat tugas untuk mengajar di SD ini, dan ini surat tugasnya , jawabku sambil menahan rasa  gemetaran yang membuat suaraku sedikit parau. Lelaki itu tersenyum ramah sambil menyambut surat yang aku sodorkan, kemudian beliau berbicara panjang lebar tentang penerimaannya dan tentang tugas2 sementara yang harus aku selesaikan sambil menunggu tahun ajaran baru sebelum mendapat tugas pokok menjadi wali kelas.
Lama berbincang rupanya Bapak Kepala Sekolah masih lupa untuk mengenalkan siapa namanya, namun sekilas kubaca dipapan nama yang tertera dibajunya  Drs. Abdul Hamid , MM.
To be Continue………………









































Anaknya mungkin gagal (bagi sebagian banyak orangtua lainnya)
Anaknya berada pada urutan belakang



PUISIK


Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Mendengar pertanyaan sang anak
Mengapa ibu sedih?
Ada apa dengan aku?
Ada apa dengan raportku?
Seperti ada bendungan kokoh di mulut sang ibu
Tak mampu menjawab
Hanya tersenyum, menangis, lalu tertawa kecil
Kemudian ibu muda berkata kepada anaknya


Di mata ibu, hari ini dan seterusnya kamu adalah juara
Kamu adalah bintang
Nilai kamu 100, karena selalu rajin sekolah
Nilai kamu 100, karena selalu cium ibu sebelum berangkat ke sekolah
Nilai kamu 100, karena kamu selalu takut berbuat salah
Nilai kamu 100, karena jika kamu bertengkar cepat minta maaf
Nilai kamu 100, karena kamu punya banyak sahabat
Nilai kamu 100, karena setiap pagi hari menyapa nenek tua di sebelah sekolahmu

Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Lalu keluar dari kelas dengan menggenggam tangan anaknya, lalu berbisik …
“SAYANG, KAMU JUARA BAGI IBU DAN BAGI SEISI BUMI, PERCAYALAH …”

MENGAPA MENULIS



MENGAPA  MENULIS
Oleh : Titin .S

Pertanyaan sederhana tetapi sangat sulit untuk dijawab. Sulit, karena kita terlalu muluk mencari jawaban yang  sempurna,  jawaban yang apabila diketahui oleh orang lain akan menimbulkan komentar decak kagum. Tetapi saking sibuknya kita mencari jawaban sempurna tersebut maka selama itu pula kita tidak pernah tahu alasan mengapa kita harus menulis.
Mulailah untuk menjawab secara sederhana, mengapa kita menulis?  Aku menulis karena mau melatih kemampuan kosakataku, aku menulis karena ingin menyimpan memori yang ada difikiranku, aku menulis karena ingin mengisi waktu luangku, aku menulis karena ingin berimajinasi, dan sebagainya.
Aku mempunyai alasan tersendiri  mengapa aku harus menulis. Aku menulis karena aku memang ingin menulis. Menulis apa saja, dimana saja, dalam keadaan apa saja. Artinya Aku menulis karena sudah merasa seperti  kebutuhan.
Bagiku menulis adalah mengungkapkan fikiran, dengan menulis kita bisa  berimajinasi menembus batas yang menurut logika tidak mungkin terjadi dalam nyata. Bayangkan kita bisa  menjadi orang kaya, putri raja, penguasa, artis, kupu-kupu, kelinci,  penyihir dan lain sebagainya.  Menulis juga bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan  berbagai hal perasaan baik itu susah, senang, sedih, ataupun bahagia, dan  tidak ada orang yang akan memprotes tentang itu.
Intinya menulis adalah kebebasan, menulis adalah ekspresi, menulis adalah menyimpan memori, dan bila beruntung menulis juga bisa  mendatangkan rezeki.
Menulislah dari hal kecil, hal biasa, terus dan sering maka suatu hari nanti kita akan bisa menghasilkan sebuah karya yang luar biasa .