Thursday, May 26, 2016

Cerbung "SERPIHAN KISAH"



SERPIHAN KISAH
OLEH : Titin. S

Awal bulan April 2009 adalah salah satu hari bersejarah dalam hidupku. Karena pada saat itu adalah hari pertamaku  menjadi  CPNS guru disalah satu sekolah dasar negeri di kota Depok.  Deg – deg an saat pertama kali kulangkahkan kakiku menuju kantor gutu. Dengan hati berdebar dan sedikit gugup kuberi salam kepada para guru yang sudah ada didalam kantor.  
   Assalammualaikum, bapak  saya mau bertemu dengan bapak kepala sekolah apakah beliau ada?, tanyaku sopan kepada salah seoranng guru  yang sudah terlihat senior. Oh,, iya ada silahkan masuk bu, jawab beliau dengan halus, silahkan duduk bu , tunggu sebentar ya!. Lanjutnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan kuturuti perintahnya untuk duduk menunggu.  Masih dengan hati berdebar kupandangi ruang kantor itu. Disudut sebelah kanan ada seorang ibu guru yang tampak sedang sibuk dengan buku-bukunya. Kuperhatikan bapak yang tadi mempersilahkanku, beliau berperawakan tinggi kurus dengan rambut keriting dan kulit sedikit gelap. Dari cara berbicaranya sepertinya beliau dari pulau seberang, entah Ambon ataupun Papua, karena memang aku sedikit kesulitan untuk membedakannya. Kualihkan pandangan ke lemari kayu, kuihat diatas lemari itu ada beberapa piala yang tampak sudah rusak.  Bu, silahkan masuk!, suara sang bapak mengagetkanku. Oh, baik bapak, terimakasih, kujawab sambil berjalan menuju ruang kantor kepala sekolah. Sesosok laki-laki tampak sibuk dengan buku-buku tebalnya.  Lelaki itu menoleh sekilas sambil mempersilahkan aku duduk didepannya.  Iya bu, ada yang bisa saya bantu, sapanya dengan wajah datar karena memang tampaknya beliau sedang sibuk.  Bapak perkenalkan nama saya titin, saya kesini untuk melapor bahwa saya mendapat tugas untuk mengajar di SD ini, dan ini surat tugasnya , jawabku sambil menahan rasa  gemetaran yang membuat suaraku sedikit parau. Lelaki itu tersenyum ramah sambil menyambut surat yang aku sodorkan, kemudian beliau berbicara panjang lebar tentang penerimaannya dan tentang tugas2 sementara yang harus aku selesaikan sambil menunggu tahun ajaran baru sebelum mendapat tugas pokok menjadi wali kelas.
Lama berbincang rupanya Bapak Kepala Sekolah masih lupa untuk mengenalkan siapa namanya, namun sekilas kubaca dipapan nama yang tertera dibajunya  Drs. Abdul Hamid , MM.
To be Continue………………









































Anaknya mungkin gagal (bagi sebagian banyak orangtua lainnya)
Anaknya berada pada urutan belakang



PUISIK


Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Mendengar pertanyaan sang anak
Mengapa ibu sedih?
Ada apa dengan aku?
Ada apa dengan raportku?
Seperti ada bendungan kokoh di mulut sang ibu
Tak mampu menjawab
Hanya tersenyum, menangis, lalu tertawa kecil
Kemudian ibu muda berkata kepada anaknya


Di mata ibu, hari ini dan seterusnya kamu adalah juara
Kamu adalah bintang
Nilai kamu 100, karena selalu rajin sekolah
Nilai kamu 100, karena selalu cium ibu sebelum berangkat ke sekolah
Nilai kamu 100, karena kamu selalu takut berbuat salah
Nilai kamu 100, karena jika kamu bertengkar cepat minta maaf
Nilai kamu 100, karena kamu punya banyak sahabat
Nilai kamu 100, karena setiap pagi hari menyapa nenek tua di sebelah sekolahmu

Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Lalu keluar dari kelas dengan menggenggam tangan anaknya, lalu berbisik …
“SAYANG, KAMU JUARA BAGI IBU DAN BAGI SEISI BUMI, PERCAYALAH …”

No comments:

Post a Comment